Apa yang pertama kali terlintas di benakku ketika mendapat kabar bahwa salah satu puisiku lolos dan dimuat dalam Antologi Puisi Senyum Bidadari Kecil? Tentu saja rasa kagum, tak percaya, sekaligus speechless. Ada perasaan haru yang sulit dijelaskan dengan kata-kata. Perasaan itu sangat wajar. Sebab, buku tersebut lahir dari keakraban sebuah komunitas menulis yang dikenal dengan nama Cerita Nulis Diskusi Online (CENDOL). Bagi banyak penulis pemula pada masanya, CENDOL bukan sekadar grup Facebook, melainkan ruang belajar, berdiskusi, dan bertumb…
Ada masa ketika koran datang hampir bersamaan dengan kopi pagi. Orang membukanya perlahan, membaca berita utama, melihat halaman daerah, mencari kabar dari kampung, lalu tanpa sadar berhenti pada satu sudut halaman yang kecil. Di sana ada seorang lelaki kurus dengan rambut yang mencuat ke atas. Namanya Gam Cantoi. Bagi pembaca Serambi Indonesia, Gam Cantoi bukan sekadar gambar. Ia seperti seorang tetangga yang setiap hari datang membawa cerita. Kadang ia berbicara tentang pejabat, kadang tentang masyarakat, tentang harga-harga, tentang…
Masa lalu dan balas dendam, sepertinya tidak akan pernah benar-benar selesai selama Raden Mandasia Si Pencuri Daging Sapi belum selesai dibaca. Saya sudah beberapa kali khatam novel Yusi Avianto Pareanom ini, tetapi setiap kali membukanya kembali, saya seperti berhadapan dengan sebuah cerita yang tidak pernah benar-benar menjadi masa lalu. Jalan ceritanya tentu sudah saya kenal. Saya tahu siapa Sungu Lembu, siapa Raden Mandasia, siapa Watugunung, ke mana perjalanan mereka bergerak, bagaimana perang akhirnya mengambil begitu banyak orang, dan…
Jemari kecil busuk kasturi Sisa peluru patah Serdadu anjing Kepala ayah runtuh di KKA Lengkingan mayat Napas diburu Reo Peluru perunggu Merobek pedagang sayur Tukang pangkas Penarik becak! Masa depan Doa doa Lewat begitu saja Hening dan busuk Sore menelan laki-laki Perempuan terisak Mawar jatuh Air mata harum Kesunyian! Rincian Peristiwa Tanggal: 3 Mei 1999 Lokasi: Simpang PT Kertas Kraft Aceh (KKA), Desa Paloh Lada, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara Penyebab: Aparat militer menembaki kerumunan massa yang berunjuk rasa. Warga saat itu mempr…
Bukan karena orang yang membawa kabar berjalan lambat, melainkan karena kematian memang sering tiba lebih dahulu daripada pengetahuan kita tentangnya. Si Ujud sedang jauh dari Lamuri ketika ia mengetahui keluarganya telah dibantai. Ia berada di Istamboel, di tempat yang seharusnya menjadi ruang bagi pengetahuan dan masa depan. Barangkali pada hari-hari sebelumnya ia masih membayangkan kepulangan: rumah, wajah-wajah yang dikenalnya sejak kecil, suara orang-orang yang membuat sebuah tempat terasa seperti kampung halaman. Lalu sebuah berita…
Social Plugin