Di Antara Dua Keadaan

Angin adalah buah bibir yang mengatup sunyi,
mengajarkannya berbicara pada kepergian
Lindap yang tak lagi ada dalam matamu,

seperti seberkas harap yang dibawa kapal
lalu menyeberang ingatanku
Dan pulau-pulau adalah kabut dalam deru pikiranku.

Kita bertemu di antara dua keadaan;
laut yang paling gelap, sunyi yang paling pengap
Meluruhkan rindu yang tumbuh menyesakkan mata

Butir-butir yang hilang adalah kenangan
sebagai tangga di mana menuju puncak tubuhmu,
lalu melafalkan luka dan kepedihan

Di sini, rindu adalah kelopak mawar
harum yang terbang ke setiap ruang ingatmu
walau menyentuhnya adalah sebuah impian dan kematian

Waru, 2014