Liebster Award
Kemarin, tepatnya beberapa hari yang lalu, saya mendapatkan mention di facebook dari salah satu sahabat menulis yaitu Dian Kurniati Padandi atau lebih akrab dengan nama kecil Dikpa Sativa-nya. Tapi, lantaran hari itu saya membuka link dari hp, saya jadi tidak fokus ke link yang diberikan. Nah, baru malam ini, tepat setelah beberapa hari yang telah berlalu, akhirnya saya benar-benar membaca tentang postingannya. Dan kali ini lagi-lagi berkat mention Dikpa—kali ini gak mention saya tapi teman lainnya—ke temannya sendiri yang mungkin mempertanyakan point ke-10.
Maka dari itu, saya juga harus mengucapkan Teurimong Gaseh—terima kasih—pada Dikpa Sativa atas mentionnya dan menjadi Mentor saya dalam beberapa menit untuk mengetahui apa itu LA atau Liebster Award.
Agar tidak bingung, saya juga akan menyematkan syarat-syarat Liebster Award di bawah ini. Ok, langsung di baca aja, ya :D
1. Post Award ke Blog Anda.
2. Sampaikan terima kasih kepada blogger yang mengenalkan award ini dan link back ke blognya.
3. Share 11 hal tentang diri anda.
4. Jawab 11 pertanyaan yang diberikan kepada Anda.
5. Pilih 11 blogger lainnya dan berikan 11 pertanyaan kepada mereka yang Anda inginkan.
1. Post Award ke Blog Anda.
2. Sampaikan terima kasih kepada blogger yang mengenalkan award ini dan link back ke blognya.
3. Share 11 hal tentang diri anda.
4. Jawab 11 pertanyaan yang diberikan kepada Anda.
5. Pilih 11 blogger lainnya dan berikan 11 pertanyaan kepada mereka yang Anda inginkan.
Terima kasih kepada Award ini:
Setelah membaca berulangkali tentang ke-dirian Dikpa Sativa, maka inilah 11 hal tentang diri saya dan saya share dengan sebenar-benarnya dan sesungguh-sungguhnya tanpa paksaan apalagi todongan senjata dan ancaman pisau dapur yang menggelora. Baiklah, guys. Inilah dia.
1. Saya anak ke-2 dari lima bersaudara. Saya sendiri sebenarnya, saat 8 tahun, pernah dipakaikan baju perempuan, bedak, dan lipstik sama ibu saya. Alasannya, hanya karena ibu saya tak kunjung mendapatkan adik perempuan. Dan sampai sekarang, kami semuanya lelaki dan belum ada anak perempuan yang lahir dari rahim ibu saya kecuali keponakan perempuan dari Kakak—di Aceh disebut Abang—pertama saya.
1. Saya anak ke-2 dari lima bersaudara. Saya sendiri sebenarnya, saat 8 tahun, pernah dipakaikan baju perempuan, bedak, dan lipstik sama ibu saya. Alasannya, hanya karena ibu saya tak kunjung mendapatkan adik perempuan. Dan sampai sekarang, kami semuanya lelaki dan belum ada anak perempuan yang lahir dari rahim ibu saya kecuali keponakan perempuan dari Kakak—di Aceh disebut Abang—pertama saya.
2. Saya penyuka kucing. Walau tak sebanter kawan-kawan saya yang sampe benar-benar memelihara, membelikan makan, bahkan membawa mandi setiap minggu. Bagi saya, kucing adalah puisi yang indah. Entah dari mana pikiran ini muncul, tapi yang saya tahu, kucing adalah peliharaan yang sempurna bagi saya. Tak tahu untuk orang lain.
3. Saya juga suka membaca buku. Terutama buku-buku luar negeri yang sudah diterjemahkan. Menurut saya, buku-buku itu menjadi gudang ilmu yang gak akan pernah kering. Buku selalu bisa menjadi teman di mana pun saya berada. Untuk buku Indonesia, belum ada yang bisa menggantikan posisi Hamzah Al Fanshuri di hati saya dengan Syair Perahu-nya. Juga penulis-penulis Aceh lain yang sudah mengharum keseluruh dunia itu.
4. Selain suka baca buku, kadang saya suka baca puisi sendiri di depan cermin sambil menghayati dan serasa ingin tenggelam dalam puisi tersebut. Pernah suatu kali kawan saya pas berkunjung ke kos melihat saya sedang beradengan Aku-nya Chairil Anwar secara lebay. Tapi saya enggak peduli. Saya tetap membaca puisi itu dengan cara saya.
5. Nah, ini mungkin hal yang turun dalam darah saya karena dulu pas kecil—lihat ke no 1—saya sering dipakaikan baju perempuan sama ibu saya. Mungkin karena hal tersebutlah, turunlah sebuah Mukjizat yang membuat saya suka Memasak! Padahal saya adalah tulen seorang lelaki. Hahahah.
6. Pada waktu senggang, saya sering berlama-lama online hanya untuk melihat kabar-kabar orang lain yang bahkan belum saya kenal dan tentu saja belum pernah ketemu. Untuk memperlihatkan kehadiran saya di wall mereka di dunia maya, maka saya sering sekali meninggalkan jejak saya dengan jempol saya, emotion tersenyum, atau setres kalau postingannya ngawur.
7. Saya juga seorang Lovers Kopi. Kopi bagi saya sama seperti buku. Mereka menjadi satu kesatuan yang tak dapat dipisahkan dari saya. Ada kopi, ada buku = saya bagaikan tiang rumah yang kokoh dan tak akan runtuh untuk waktu jangka panjang seperti bait-bait terakhir puisi Chairil Anwar Aku mau hidup seribu tahun lagi itu.
8. Selain menyukai aroma sungai dengan lumpurnya, saya juga suka dengan warna kuning. Alasannya jangan ditanya kenapa. Saya tak punya alasan khusus tentang kenapa saya suka warna kuning. Yang saya tahu, warna kuning seperti menyatu dalam diri saya. Sebagaimana banyak sekali warna itu di dalam adat daerah kelahiran saya—Aceh. Walau di dominasisasi oleh warna lain, tapi kuning selalu punya tempat di sana.
9. Setelah itu, yang paling saya sukai adalah saat menyingkirkan diri ke satu tempat yang sunyi dari hiruk-pikuk banyak suara, cahaya bohlam, dan bising-bising jalanan, hanya untuk bernyanyi sendiri dengan gitar. Di sana saya seakan-akan terbang tinggi kayak seekor burung. Menggepakkan sayap saya ke awan. Tapi bedanya dengan burung, saya menggepakkan bukan sayap, melainkan liukan gitar saya sendiri.
10. Jika ditanya acara televisi, selain OVJ, saya lebih suka menghampirkan diri saya saat acara ILK. Menurut saya, acara itu membuat pikiran saya jernih dari segala hal yang membuat saya pusing delapan keliling. Nah, loh. Delapan keliling?
11. Untuk yang terakhir kalinya, jika diperkenankan oleh Allah Swt, saya ingin sekali membuat sebuah Panti Asuhan. Di mana nanti di dalamnya saya juga ingin membuat perpustakaan yang megah. Di mana orang-orang bisa membaca di tempat itu dengan nyaman, aman, dan pada suatu ketika bermimpi seperti mimpi saya. Tidak aneh, bukan?
Nah cukup segini saja dari saya. Enggak banyak, kan? Sekarang saya juga akan menjawab 11 pertanyaan dari Dikpa Setiva;
1
1. Ketika kalian tua (lansia) nanti, kalian akan menghabiskan waktu dengan melakukan apa?
Baca No 11. Kenapa begitu? Karena sudah ada penjelasan dengan sangat singkat dan padat di sana. Apa-apa saja jika nanti saya diberikan umur oleh Allah Swt. Amiiiin.
2. Pilih tinggal di desa atau kota? Alasannya?
Baca No 11. Kenapa begitu? Karena sudah ada penjelasan dengan sangat singkat dan padat di sana. Apa-apa saja jika nanti saya diberikan umur oleh Allah Swt. Amiiiin.
2. Pilih tinggal di desa atau kota? Alasannya?
Saya sendiri lebih suka tinggal di desa sebenarnya. Tapi karena sekarang bekarja di Ibukota, jadi saya menjalaninnya dengan penuh syukur dan sabar. Alasan saya ingin tinggal di desa adalah; agar tak terjebak macet. Apalagi di Jakarta :D
3. Eh, kalau sudah nikah nanti, maunya punya rumah seperti apa?
Kalau ini pertanyaannya, saya sih gak muluk-muluk. Dalam imajinasi saya, lantaran saya juga suka fantasi, jadi kadang terpikir oleh saya untuk punya rumah tanpa perlu bersentuh dengan tanah. Hahahah :D
4. Mengabdikan diri untuk sosial. Bagaimana pandangan kalian terhadap orang-orang yang memilih jalan ini?
Orang yang mengabdikan diri pada sosial, adalah orang-orang yang punya visi dan misi kemanusiaan yang tinggi. Orang-orang ini menurutku, tidak memikirkan apa yang mereka dapat. Tapi apa yang bisa mereka berikan untuk orang lain.
5. Sebulan berapa buku yang habis kalian baca?
Kadang kalau lagi sibuk baca, aku bisa menghabiskan 5 atau 6 buku dengan tebal rata-rata 200-300 halaman. Tapi kalau lagi malas, satu paragraf aja malas kayaknya :/
6. Seberapa penting catatan harian untuk kalian.
Catatan harian? Aduh! Kalau ini dulu saya memang gak pernah nulis catatan harian. Tapi semakin saya suka menulis, catatan harian buat saya adalah paragraf perjalanan—dalam hal ini siapapun—yang harus terus ditulis. Karena pada suatu saat akan sangat membatu kita dalam menulis.
7. Ketika dalam sebuah angkutan umum, kalian duduk bersebelahan dengan seorang nenek yang wajahnya rusak parah (bahkan menguarkan bau aneh), apa yang akan kalian lakukan? Dalam angkutan umum itu, si nenek tidak punya siapa-siapa.
Aduh ini harus dijawab? Atau ada despensasi khusus? Aijajakaka. Baiklah! Saya mungkin —sejujur-jujurnya—akan biasa-biasa aja. Jika pun nanti nenek itu ngajak ngomong, emang apa yang salahnya? Enggak ada, kan?
8. Suka merawat tanaman? Alasannya? Kalau tidak, kenapa?
Dulu, saat di rumah, saya suka tanaman. Apalagi di rumah—kembali ke no 1—tidak ada seorangpun perempuan. Jadi kadang ibu saya suka menyuruh saya untuk nyuci piring dan salah satunya lagi nyiram bunga :D
9. Sebagai pemuda, menurut kalian, apa tindakan nyata yang bisa kita lakukan untuk membangun bangsa?
Enggak usah banyak ngomong kalau ini, mah. Kalau memang punya kontribusi, ya jalanin aja. Apapun itu. Enggak perlu muluk-muluk dulu. Pokoknya tujuannya jelas. Misalkan, kalau ada modal, bisa aja buka lapangan kerja buat para pengangguran. Itukan kontribusi juga juga.
10. Boleh dong berbagi kalimat yang jadi inspirasi kalian atau, kalimat yang selalu bisa memotivasi kalian.
Aku mau hidup seribu tahun lagi!” inilah baris-baris yang membuat saya tetap semangat menulis. Walaupun sudah saya sebutkan di atas, tapi saya tidak sungkan menyebutkannya lagi di sini. Karena memang menurut saya baris-baris terakhir puisi ini menjelaskan pada kita bahwa, memang tak mungkin kita hidup seribu tahun tapi kita akan hidup dengan karya-karya kita seperti Opung Chairil Anwar itu. Hebat kan, ya?
11. Pernah baca tulisan saya? Dari begitu banyak kekurangan, boleh dong saya minta disebutkan satu saja (pedas tak apa kok). Kalau belum pernah baca … baca dong. Terus jawab pertanyaan tadi. Hehehe.
Bwhahaha. Akhirnya saya telah menyelesaikan kerjaan saya sebentar lagi. Baiklah kalau begitu. Kalau ditanya kekurangan, mungkin saya juga banyak kekurangan. Tapi, setelah beberapa kali saya membaca karya Dikpa Setiva, dan tentu saja telah melalui penyeleksian editor sehingga lolos di Majalah, Koran dll, maka dari itu saya putuskan dengan masukan bahwa; teruslah menulis dan Talk Less do More.
Horeeee setelah dengan sangat serius dan mendebarkan, saya akhirnya menyelesaikan beberapa tentangan berat ini. Dan inilah pertanyaan saya kepada kalian yang nanti mau meluangkan waktunya buat menjawab dan tentunya meneruskan Estafet ini secara bergantian.
1. Kapan terakhir kalian berbincang hangat dengan Ibu kalian? Jelaskan apa saja yang mungkin kalian bincangkan.
2. Suka dengan orang yang merokok? Kalau tidak, apa alasannya.
3. Kalau boleh lebih berat pertanyaannya, siapakah dokter bedah pertama di dunia.
4. Kalian pernah ketemu pengamen? Apa tanggapan kalian pada mereka?
5. Buku apa yang pertama kali kalian baca? Kalau ada, jelaskan sedikit tentang buku itu, ya.
6. Jatuh cinta hal umum yang terjadi di dalam kehidupan. Apakah kalian pernah jatuh cinta pada Al Qur’an?
7. Di kampung kalian, jika bulan puasa seperti ini, acara apa yang paling kalian tunggu? Jelaskan ya acaranya dan apa aja kegiatan di sana.
8. Guru pertama yang membuat kalian kesal. Tapi pada akhirnya kalian tahu tujuan guru itu baik dan bijaksana. Ada? Jelaskan ya :D
9. Waktu kita SD, SMP bahkan SMA dulu, kita sering mencium tangan ibu kita saat mau berangkat ke sekolah. Masih adakah kalian simpan adat itu dalam diri kalian?
10. Lagu apa yang paling membuat kalian terinspirasi?
11. Kalian sudah punya belum buku kumpulan puisiku yang berjudul Yusin dan Tenggelamnya Keadilan. Kalau belum ada, kalian boleh pesan di aku, ya. (Promooooo. Hahaha)
Nah kesebelas pertanyaan ini, dengan sengaja saya berikan kepada teman-teman saya yang akan melanjutkan estafet selanjutnya. Dan inilah mereka yang beruntung :D
1. Dikpa Sativa
5. Dien Ihsani
8. Ere
9. Erika Putri
10. Dinar Karani
11. Nur Aini Amelia
Kawan-kawan. Silakan melanjutkan estafet yang berbahagia ini :D
