Kenangan Dalam Aroma Wewangian


Sumber Google

Rupanya, sejauh apapun kita berlari pada diri kita yang tinggal di masa lalu, tetap saja ia akan datang pada sebuah saat yang tak terduga. Misalnya, pada aroma-aroma yang pernah kaucium pada masa lalu, dengan tidak sadar, akan datang pada suatu saat ketika kau sama sekali tidak mengingatnya. Itulah kekuatan kenangan. Kekuatan yang tak lenyap seperti kekuatan aroma wewangian. Tapi aroma wewangian itu, bisa membawa kita pada kenangan. Walau kenangan pahit sekalipun. Dan kita seolah menjadi masa lalu yang tak ingin cepat-cepat kita habiskan dengan segera.

Nah pada saat itu, kita merasa kembali menjadi kecil. Kecil seperti berharap ingin ada di satu tempat sambil merengek pada ibu kita bahwa kita menginginkannya. Kita butuh tempat itu seperti kebutuhan akan kata-kata yang tersimpan dalam diri kita dan pada bulan-bulan yang manis, kita akan memuntahkan kata-kata itu---di sana mereka akan berjejer seperti seorang pengemis yang sedang menunggu gilirannya mendapatkan amplop yang di dalamnya hanya ada 10 ringguan, tapi telah banyak mengakibatkan kematian---tapi tidak dengan kenangan-kenangan. Kita tak bisa memuntahkan kenangan sesuka hati kita. Kenangan punya jalur-jalurnya sendiri untuk hadir dan menampakkan dirinya kehadapan kita.

Seperti itulah apa yang terjadi dalam diriku di hari-hari berikutnya. Kenangan-kenangan ada di belakang dan di depanku. Umpama kaca, air, dan benda apapun yang bisa kita jadikan cermin, lalu melihat wajah kita sendiri sambil tersenyum dengan tanpa paksaan. Dan begitulah kenangan-kenangan bekerja dalam diri kita bahkan saat sunyi sekalipun ia akan membuka diri datang pada kita dan kita menerima hal itu sebagai sebuah kebutuhan yang akut akan masa lalu.