Oleh Pilo Poly
Mereka telah lama tumbuh
serupa kelapa-kelapa sepi di pulau
yang tidak lagi dihuni
serupa kelapa-kelapa sepi di pulau
yang tidak lagi dihuni
dan anehnya
kelapa-kelapa itu tak pernah mati
mereka makin tumbuh dari buah yang jatuh
kelapa-kelapa itu tak pernah mati
mereka makin tumbuh dari buah yang jatuh
entah siapa yang menanamnya dulu
adakah kakek-nenek monyang kami
yang katanya terusir dari lembaran sejarah
adakah kakek-nenek monyang kami
yang katanya terusir dari lembaran sejarah
ataukah para pendatang itu
yang datang dari tempat paling jauh
dengan kapal besar dan anjing-anjingnya
yang datang dari tempat paling jauh
dengan kapal besar dan anjing-anjingnya
mereka membawa bekal:
sengsara, tangis, derita
juga sebuah cerita untuk membangun bangsa
sengsara, tangis, derita
juga sebuah cerita untuk membangun bangsa
aku juga tak begitu jelas tahu
kerena sejarah selalu terpotong-potong
dari mulut-mulut tak berbudi segelintir orang
kerena sejarah selalu terpotong-potong
dari mulut-mulut tak berbudi segelintir orang
pada anak-anak ingusan seperti aku
hidup adalah bagaimana mencium aroma pasar
dan membawa aroma itu dalam ingatan
hidup adalah bagaimana mencium aroma pasar
dan membawa aroma itu dalam ingatan
tapi ironi jika pasar itu terbakar
dan hanya bau asap yang kuhidu
setelah itu, aku tak tahu apa-apa
dan hanya bau asap yang kuhidu
setelah itu, aku tak tahu apa-apa
sama seperti kelapa-kelapa yang sepi tu
aku hanya mendengar kabar
entah itu benar, entah itu kepalsuan
aku hanya mendengar kabar
entah itu benar, entah itu kepalsuan
bahwa tak ada sumpah pemuda di tanahku
tapi orang-orang menghormati bendera negara
dan kerja di bawah pemerintahan mereka
tapi orang-orang menghormati bendera negara
dan kerja di bawah pemerintahan mereka
Puri Gading, 2013
