Atas Nama Kerinduan

Pangganan Khas Aceh
: Adee[1]

Lalu saya tiba-tiba ingin berjemur di atas kue Adee ini
Rasanya yang legit - enak, gurih, nikmat, dan lemak - 
selalu berhasil membawa saya pulang ke salah satu tempat 
di mana anak-anak sungainya sejernih hati orang suci
dan di sana pula saya tumbuh seperti akar-akar Family Palmae[2]

Kau tahu? Tak ada yang lebih menyenangkan
selain saat saya menemukan kepurbaan yang biasa saya lakukan
lalu saya mencoba menyelaminya semakin dalam
dan menemukan ribuan kerinduan yang jatuh berserak
dengan penuh semangat saya kutip kerinduan itu

dan kerap kali saat dulu
di sebuah Seuramo Likot[3] yang ramah
saya menemukan wangi-wangi gairah
di bakar dengan bara-bara api
sebelum hingga saya mencicipi 

Pamulang, 2013 

[1] Adee, Kue khas Aceh.
[2] Keluarga Spesies Langka seperti bunga Reflessia, Sang Lesf dan Daun Sang.
[3] Dapur yang berada di bawah dalam rumah ada Aceh.