Terbit Di AtjehPost.com

Gayo

dalam mata seorang gadis
rumah-rumah runtuh bersujud tanah
air mata bagai danau tawar
yang terbentang di hadapannya

lika-liku gunung
menjadi umpama duka
seperti itu rupanya
Tuhan menegur hamba

dan malam
telah memberi gadis itu gigil
tak ada lagi pelindung tubuhnya
yang terjebak di antara alam setelah gempa

Puri Gading, 2013


Gayo II

saat kami tiba
luka telah lupa sakitnya
di balut angin
diratakan nestapa

mereka bertahan
di bawah tenda biru
lisrik telah padam
menghantar mereka pada kelam

dan anak-anak kecil
tidur tanpa alas
digigit nyamuk, dilumat dingin
di atas tanah sendiri ada yang haru pulang

Puri Gading, 2013


Gayo III

telah kuterima surat kalian
dari mulut-mulut pembaca berita

gempa, derita, dan air mata
entah kenapa di negeri kita tak pernah kering

padahal kemarau pun
sering bertandang

walau di tanahmu
dingin selamanya kekal

Puri Gading, 2013


http://atjehpost.com/kultur_read/2013/07/22/60088/37/13/Puisi-puisi-Pilo-Poly-tentang-gempa-Gayo#sthash.5CmgNuEC.dpuf