Komunitas I Love Aceh buka puasa bersama di Jambo Kupi Jakarta

Suasana Buka Puasa Bersama di PS Mingg, Jakarta


KOMUNITAS I Love Aceh menggelar buka puasa bersama di Jambo Kupi Pasar Minggu, Jakarta, Selasa 23 Juli 2013. Kegiatan ini sebagai ajang siraturrahmi serta diskusi guna membahas isu-isu terbaru tentang Aceh.

Isu yang dibahas dalam pertemuan itu adalah pelestarian hutan serta kematian gajah di Aceh beberapa waktu lalu. Komunitas ini mengajak beberapa kaula muda yang hadir pada acara buka puasa bersama tersebut untuk saling menjaga aset-aset hutan Aceh yang semakin hari semakin digerogoti orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

“Hal ini sangat disayangkan sekali,” ucap Athor I Love Aceh yang lahir pada tanggal 17 Mei 1987 itu saat memperkenalkan diri dengan peserta lain.

Menurut Aulia Fitri – nama dari Author I Love Aceh – kematian gajah yang terjadi beberapa Minggu lalu harus terus ditindaklanjuti.

“Jangan biarkan ada pihak-pihak tertentu terus menerus meneror hutan-hutan Aceh, dan memperkosa hewan di dalamnya. Seperti yang terjadi terhadap gajah Papagenk yang saat mati tidak ditemukan lagi gadingnya di sana,” ujar dia.

Di sela-sela itu juga, seorang perempuan cantik dan berjilbab hijau tua serta berpenampilan Chic maju ke depan setelah dipanggil oleh Irwanti Widiastanti, orang yang dipercayakan untuk menjadi pembawa acara buka bersama.

Perempuan itu bukan ingin memainkan sulap, melainkan akan membedah sebuah novel remaja terbitan bentang belia. “Saya menulis nove ini,” sambil mengangkat buku yang berjudul Sunset in Weh Island itu tinggi-tinggi.

Perempuan yang menyukai warna hitam dan biru ini  menceritakan mengapa ia menulis buku novel tema lokalitas.

“Novel ini saya tulis untuk mengenalkan pada orang lain bahwa di Aceh sangat banyak tempat yang menarik dan wajib dikunjungi,” katanya gemetar.

Padahal, saat menulis novel tersebut, ia tidak berada di Aceh. Ia hanya meminta bantuan pada seorang temannya yang ada di Aceh untuk mencari titik-titik yang akan dijadikan setting tempat.
“Saya nelpon teman dan minta bantu dia buat jepret-jepret foto di Aceh agar saya bisa masuk ke dalam suasananya,” katanya.

Acara diakhir dengan pemberian beberapa souvenir dari I Love Aceh dan Novel Aida M.A dengan judul Sunset in Weh Island yang sudah di resensi oleh beberapa orang lain di beberapa media.[] (mrd)

http://atjehpost.com/nanggroe_read/2013/07/24/60288/15/5/Komunitas-I-Love-Aceh-buka-puasa-bersama-di-Jambo-Kupi-Jakarta#sthash.WondtlNe.dpuf