YUSIN DAN TENGGELAMNYA KEADILAN


Telah terbit kumpulan puisi tunggal:



YUSIN DAN TENGGELAMNYA KEADILAN
--Jakarta: Universal Nikko, 2014.
xx + 147 hlm ; 13x19 cm.
Cetakan Pertama, Januari 2014.

Penulis : Pilo Poly
Penyunting : Pilo Poly
Desain Sampul : Wina Amora K
Tata Letak : Ahmed Ghoseen A.
ISBN 978-602-9458-23-7

Penerbit:
UNIVERSAL NIKKO
Puri Gading, Villa Besakih Blok H-8 No. 09
Jati Melati, Pondok Melati - Jakarta Timur
Hak cipta dilindungi oleh undang-undang.
Dilarang memperbanyak sebagian atau
seluruh isi buku tanpa izin penerbit.


Dicetak oleh Percetakan CV. Alif Gemilang Pressindo.
Isi di luar tanggung jawab percetakan.

Harga:
Rp. 35.000,- belum termasuk ongkos kirim.

Untuk pemesanan silakan:
ketik PPP_Jumlah Buku_Nama Pemesan_Alamat kirim ke 081269 404123.

Contoh:
PPP_3_Pilo Poly_Perkantoran Buaran Permai No.9 Pamulang, Tangsel.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Rindu Pada yang Pergi

Pada deru pesawat
dan lintas sibuk bandara
selalu kita gantungkan sebuah rindu yang begitu merdu

kita berandai-andai untuk pulang
menemukan gunung-gunung kampung
yang lelah di hujani embun

tapi ketika kita sudah di udara
dan deru pesawat menggetarkan kita
selalu saja kita pilu;

karena sebuah kepulangan
selalu tak ada sebuah jemputan

Puri Gading, 2013
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Endors:

“Saya sering terpesona dengan puisi yang banyak mengangkat masalah lokalitas, terutama karena banyak hal-hal yang unik dan segar yang bisa diangkat sebagai kekuatan puisi. Bukan hanya dalam kaitannya dengan alam dan budaya, namun juga sejarah panjang dengan segala kemegahan sekaligus borok-boroknya.” 
(Acep Zamzam Noor/Penyair).

“Menikmati puisi Pilo seperti menikmati irisan hati. Penuh rasa yang bermakna. Apa saja terekam dalam untaian kata. Pilo adalah penyair masa depan yang bisa diandalkan.” 
(L.K. Ara/Penyair).

“Ini adalah potret, dalam sebuah perjalanan panjang proses kreatif seorang Pilo dalam dunia kepenyairan. Membaca puisi-puisi Pilo seperti melihat sebuah peristiwa yang pernah ada. Begitu nyata dan begitu terasa. Aku suka.” 
(Putra Gara/Sastrawan & Penggiat Seni).

“Pilo memotret persoalan keseharian melalui puisi, apa yang dilihat dan dirasakannya. Konflik bersenjata, kekerasan, cinta, kasih sayang, kerinduan, pengabdian, bahkan pengkhianatan; Semua hal yang bisa dialami siapa pun, kapan pun, dan di mana pun.” 
(Ayi Jufridar/Jurnalis & Penggiat Sastra).

“Melalui puisi-puisinya Pilo merekam jejak perjalanan panjang. Tak ragu ia menyuguh perasaan cinta, luka, kesetiaan, juga keprihatinannya pada tanah air yang saban hari direnggut berbagai problema. Diksinya yang kuat, membuat puisi dalam buku ini terasa hidup dan menjanjikan masa depan kepenyairan sang pengarangnya.” 
(Mahdi Idris/Sastrawan Balai Sastra Samudra Pasai).

“Pilo Poly berhasil melakukan sentuhan lembut yang mengajak pembacanya kembali ke nilai-nilai kebaikan. Kumpulan puisi suasana hati bertemakan sosial budaya yang menetak kesadaran namun tidak membabi buta, penuh harapan namun tidak cengeng.” 
(Imron Tohari/lifespirit & Pecinta Sastra).

“Puisi Pilo Poly bercerita tentang banyak hal, mulai cinta hingga masalah sosial. Semua tumpah bagitu saja. Tak sulit memahami puisi Pilo, kata, kalimatnya mengalir, terasa seperti prosa yang dipotong-potong tetapi tetap memberi makna.” 
(Nita Tjindarbumi/Penulis & Pekerja Seni).