“Beiii laooot, beiii tanoh basah, beiii bungong jeumpaaaa…” Lantunan itu masih menggema di telingaku saat lampu panggung meredup dan tirai perlahan menutup pentas Monoplay Melati Pertiwi, teater mini para perempuan perkasa Nusantara. Di antara sorot cahaya yang hangat, wangi riasan panggung, dan tepuk tangan pengunjung Gedung Kesenian Jakarta, aku tak pernah membayangkan bahwa bait-bait lamen yang barusan kulafalkan akan berubah menjadi semacam firasat gelap—bayangan tipis yang menyelinap dari masa lalu menuju masa kini. Lamen itu…
Ketika kami tiba, hari begitu terik. Debu yang berterbangan menempel di mobil kami yang masih berlumpur, mengeluarkan aroma tanah yang nyaris menusuk hidung, kadang sesekali entah bau anyir mayat, atau kayu kering seperti aroma di rawa-rawa, juga menghampiri penciuman kami. Benar-benar sepat dan begitu kering. Desa ini seperti baru saja bangun dari mimpi buruk—sunyi, tetapi menyimpan riuh duka yang belum sepenuhnya pudar. Setiap langkah terasa berat, bukan hanya karena tanah yang masih gembur dan lengket, tetapi karena sisa-sisa ce…
Di Meunasah Krueng, Kecamatan Meurudue, Pidie Jaya, banjir bandang tidak hanya mengangkut lumpur dan kayu; ia menyeret ketenangan, mengoyak ritme hidup, dan meninggalkan jejak yang sukar diterjemahkan oleh kata-kata. Namun foto-foto ini mencoba berbicara. Pelan, tapi tegas. Di jalan utama desa, air cokelat yang meluap menelan aspal hingga batas-batasnya lenyap. Sebuah minibus memaksa maju, memecah genangan yang hampir setinggi lutut. Orang-orang berdiri di belakang motor mereka, menimbang langkah, seolah bertanya pada diri sendiri: apakah ini …
Padahal 20 menit lagi akan tiba di lokasi, mendadak rem blong. Di depan jurang, di kiri pun jurang, tetapi sopir sigap—langsung menepi, menarik rem tangan, sementara gigi dibuang ke gigi satu. Kami berhenti. Asap tebal mengepul dari rem; bau besi panas menusuk hidung. Hati dan lutut bergetar hebat. Nyaris menyerah. Namun bantuan harus segera dikirim — tak ada kompromi. Rute yang kami tempuh menuju Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya, menembus salah satu gunung tertinggi di Aceh: Singgah Mata, 3.200 MDPL. Punggung bumi itu menjulang …
Tadi, sekitar pukul 19.44, Batik Air dari Soekarno Hatta baru saja mendarat di Bandara Sultan Iskandar Muda. Sejak dari Bandara, kondisi sinyal HP menjadi kendala nyata; sinyal putus-putus, jaringan ponsel juga belum stabil. Di jalanan dari bandara, Lambro gelap. Lampu mati di mana-mana. Sinyal hp dan internet jangan tanya: melayang, naik turun, bahkan baterai hp terasa cepat habis lantaran jaringan terus berputar mencari sinyal. Di SPBU Lueng Bata, antrian BBM tidak begitu mengular seperti dikabarkan beberapa waktu lalu, stabil. Warung kopi y…
Social Plugin